“Siapa bilang cinta ada karena terbiasa?
Buktinya aku yang tidak percaya cinta justru jatuh hati pada tatap mata
pertama. Hanya satu tatap mata dan jantungku hampir melompat keluar.
Bertahun kemudian saat aku temukan kembali
tatap mata itu, aku masih jatuh hati. Masih berbunga-bunga, masih meledak.
Euphoria yang aku rasakan ternyata bukan sekedar euphoria. Andai kau tahu. Tapi
andai hanya tinggal andai. Kini aku sadar bahwa kau tidak pernah sekalipun
menghargai tatap mata pertama kita.
Siapa bilang cinta ada karena terbiasa?
Buktinya, setelah biasa bersama aku justru hilang rasa.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar