Minggu, 18 Oktober 2015

MALAIKAT DALAM JARAK TIGA METER

Long time no see~
Anyway something bad happened. Laptop lama ga bisa nyala dan hasilnya semua data menghilang. My treasure, cerpen, puisi, novel, bablas. Untungnya beberapa di antaranya pernah dikirim lewat email dan jadilah masih bisa dikais walaupun sedikit. Ini salah satunya, pernah ikut kompetisi menulis -entah dimana- dan gagal lolos.


MALAIKAT DALAM JARAK TIGA METER


           Setiap kali matahari lelah menari menghibur manusia, ia akan memutuskan untuk kembali ke tempat persembunyiannya. Tugasnya akan digantikan sang bulan yang mengaku lebih indah walau sebenarnya mencuri cahaya dari para bintang. Pergantian tugas itu dinamakan petang, dan hari ini aku juga mengalami sebuah petang.
            Seorang pria duduk di kursi kayu

Jumat, 27 Maret 2015

Maret Berat

     Bulan Maret hampir selesai, berganti. Akan ada banyak cerita baru di April nanti, The Avenger, contohnya. Setelah menghabiskan banyak waktu untuk duduk dan nonton film-film bagus yang rilis bulan ini, Maret juga banyak membawa cerita, yang ga semuanya bisa dibilang bagus, malah bisa dibilang ini Maret yang berat untuk sebagian besar orang, dengan cara dan kejadian masing-masing.
     Buat gue, Maret diawali dengan berita

Kamis, 26 Februari 2015

Menjelang 19th Birthday



Bertahun yang lalu gue pernah nonton sebuah film yang luar biasa, salah satu film luar biasa yang pernah gue tonton. Film itu –yang gue lupa judulnya apa, berkisah tentang dua cewe yang sudah bersahabat sejak jaman sekolah. Yang satu kutu buku dan satunya lagi modis. Cewe modis mendapatkan hampir seluruh cowo yang dia atau yang sahabatnya suka, dan dia luar biasa bahagia karena selalu menang. Sampai akhirnya ada seorang cowo super pinter

Senin, 02 Februari 2015

A little crazy thing called 'curhat'.

      It's a new year. Setelah sekian lama berpikir akan menulis apa -walaupun ga banyak yang baca juga- akhirnya kini memutuskan menulis tentang yang ada saja. Baru lewat 39 menit dari hari ulang tahun Mamah yang ke empat puluh, si emak minta hadiah puisi pula, semacam anaknya ini penyair. Jadi harus bergadang demi permintaan kecil itu malam ini.
      Ditemani acara Late Night Show, suara kipas angin dan teman sekamar yang sedikit mendengkur -sedikit- inilah

Selasa, 16 Desember 2014

Surat Kabar



“Koran, koran, koran.”
Suara seorang anak laki-laki yang usianya mungkin belum genap sepuluh tahun terdengar olehku, deru mesin kendaraan yang menyala sedang mengantre tidak sabar menunggu merah menjadi hijau. Tapi teriakan anak laki-laki itu tetap berhasil menyita perhatian.
Dari kaca spion aku bisa melihat beberapa orang membuka kaca mobilnya dan membeli apa yang ia tawarkan. Tiba giliran dia mengetuk kaca mobilku, aku jengkel, mengalihkan pandangan dan

Rabu, 10 Desember 2014

Hallo



Aku sudah memegang gagang telepon, jemariku mengetuk-ngetuk meja sembari berpikir. Haruskah aku menekan nomormu dan mendengar suaramu? Setidaknya sekali lagi, sebelum matahari terbenam dan aku mengukuhkan diri untuk melupakanmu.
“Naya,”
Aku menoleh, tersenyum pada Ibu yang sedang berdiri di tangga dan memperhatikanku dengan wajah khawatir.
“Jangan,” katanya memperingatkan.
Aku mengangguk, peringatan itu juga sudah kukatakan pada diriku sejak berhari-hari yang lalu. Tapi kau tahu bukan? Aku banyak mengalami turbulensi akhir-akhir ini, dan itu membuatku tidak bisa percaya pada diriku sendiri.
Setelah Ibu berlalu ke arah dapur aku mengalihkan pandangan ke luar jendela,

Jumat, 24 Oktober 2014

Sudah Saling Tahu


Senandungnya masih terdengar, aku menoleh dan tersenyum tipis padanya yang sedang asyik merapikan buku-buku yang berserakan di lantai. Sepersekian menit yang lalu dia masih berjalan santai melewati koridor yang di sisi-sisinya dipenuhi rak-rak buku, lalu tiba-tiba saja karena terlalu bereuforia, dia tidak sengaja menabrak sebuah rak dan menimbulkan kegaduhan di perpustakaan.
Seorang penjaga wanita yang usianya sudah menjelang empat puluh tahun